Tuhan, malam ini aku ingin bersandar pada-Mu.
Boleh kah akal berpikirku untuk bebas berpikir.
Aku hanya ingin bertanya, sedikit gundah.
Kenapa Kau memberiku senang, lalu Kau ambil di kemudian hari?
Tuan, mengapa kita tidak saling bertatap mata untuk sekedar berbincang?
Padamu, aku menaruh rasa hormat. Hanya sekedar ingin memperkenalkan diriku.
Dan ada beberapa yang ingin ku sampaikan, tentang darah dagingmu.
Kali ini berbeda, bukan aku yang waktu dulu.
Apa Tuan tidak sependapat dengan Tuhan?
Adakah rencana Tuhan untuk Tuanku?
Atau memang kita tidak pernah berada dalam buku cerita yang sama.
Untuk kisahku, dan kebahagianmu.
Jika memang kita terdiri dari dua kisah.
Lalu siapa yang siap untuk tersenyum meninggalkan.
Dan terisak ketika ditinggalkan?
Aku rindu ~
Boleh kah akal berpikirku untuk bebas berpikir.
Aku hanya ingin bertanya, sedikit gundah.
Kenapa Kau memberiku senang, lalu Kau ambil di kemudian hari?
Tuan, mengapa kita tidak saling bertatap mata untuk sekedar berbincang?
Padamu, aku menaruh rasa hormat. Hanya sekedar ingin memperkenalkan diriku.
Dan ada beberapa yang ingin ku sampaikan, tentang darah dagingmu.
Kali ini berbeda, bukan aku yang waktu dulu.
Apa Tuan tidak sependapat dengan Tuhan?
Adakah rencana Tuhan untuk Tuanku?
Atau memang kita tidak pernah berada dalam buku cerita yang sama.
Untuk kisahku, dan kebahagianmu.
Jika memang kita terdiri dari dua kisah.
Lalu siapa yang siap untuk tersenyum meninggalkan.
Dan terisak ketika ditinggalkan?
Aku rindu ~
No comments:
Post a Comment