May 22, 2011

renungan

Gimana perasaan kita, ketika kita tau keranda buat nganterin kita ke "rumah terakhir" telah siap di depan kediaman ? Kita seharus nya mikir lagi, selama ini untuk apa kita hidup? Atau apa tujuan dari kita hidup? Toh pada akhirnya kita kembali kepada-Nya.

Secara normal sehari kita tidur 8 jam, berapa jam kita tidur dalam setahun? Sepertiga hari, kita lakukan untuk beristirahat. Masih ada duapertiga kali 24 jam lagi yang kita lakukan untuk melakukan aktivitas.

Bagaimana dengan salat? Maksimal kita salat 5 menit setiap waktu nya, kenapa kita tidak bisa melakukan secara rutin? Hanya 25 menit kita bertemu dengan Nya. Lebih banyak waktu kita untuk tidur dari pada untuk salat. Secara sistematis dari waktu saja kita tidak adil antara bumu dan akhirat.

Sungguh tak mau diriku menjadi bahan bakar api neraka