July 12, 2014

Full Colour





Bee : "Love, Ego, & Emotional"

Selamat pagi untuk kita semua. Ini sebuah kisah, tentang cahaya masa depan. Perkenalkan aku Tuan Muda, pemeran utama di balik sebuah kisah.

Hujan Mu tak kunjung henti kala mentari memasuki Januari. Mari kita berandai-andai dalam sebuah khayalan kotor. Bahwa tahun ini kita akan menemukan banyak peristiwa sejarah dan aku termasuk menjadi saksinya. Kisah ini bermula kala kami saling bertemu, dalam sebuah dunia yang fana.



Anilson, wanita berdarah Padang (Sumatera Barat) mempunyai wajah layaknya wanita keturunan Belanda. Kulit yang putih, tinggi yang menjulang ke atas, dan suburnya badan mu mengingatkan ku pada setiap pertemuan itu. Dimana kita mulai membicarakan bagaimana sebuah kegiatan akan berhasil. Kamu ketua ku, aku bawahan mu dalam struktur organisasi.

Kala kalah menjadi sebuah hal yang tabu, kala salah menjadi hal yang harus di perbaiki. Mari kita berdiskusi mengenai sebuah hubungan. Hubungan kontrak antara kau dan dia, merupakan sebuah hubungan dimana kedua belah pihak harus saling mendapatkan keuntungan. Jika ada yang mendominasi dan ada yang dirugikan maka kontrak itu telah salah.

Begitu pun hal nya dengan mengikat kontrak dengan pasangan mu. Kau dan pasangan mu, harus sama-sama mendapatkan keuntungan, kebahagian. Dalam kisah ku, Nisa bukanlah wanita dibawah kepemimpinan ku, dia wanita free, wanita yang mempunyai segala hal keinginannya tanpa aturan yang berlaku dari ku. Aku meminangnya karena kekuranganya. Begitu pun dia dalam menerimaku.

Saat ini kami menmpuh waktu sepuluh bulan. Sepuluh bulan yang memang telah dilewati dengan begitu banyak egois dan emosi. Yup selama itu juga support atas segala dukungan selama aku berorganisasi. Sabar kunci dari semua yang telah dilewati untuk melawan egois dan emosi. Renungkan sejenak, hati dan pikiran ini, sampai mana hubungan kita akan berkisah.