April 27, 2012

Jilbab bukan aksesoris kepala


Dalam agama islam, setiap muslimah diharuskan menjaga dan menutup semua auratnya. Jika seseorang telah menutup semua auratnya, maka dia akan terhindar dari kejahatan atau setidaknya menjauhi dari perzinahan. Disini saya akan menulis pentingnya jilbab untuk seorang wanita muslim.
Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan, “Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.” Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan, “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” (Syaikh Al Bani dalam Jilbab Muslimah).
Jilbab bukan saja menjadi budaya orang Arab, melainkan sudah kewajiban seorang wanita muslim seluruh dunia. Jilbab adalah identitas bagi wanita yang muslim, berpakaian tertutup menutup seluruh auratnya. Allah telah berfirman didalam Al-Quran : Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang.(Al Ahzab.59). Sudah jelas sekali bahwa tujuan dan fungsi dari jilbab itu akan menjadi penutup aurat dan pelindung diri mereka (wanita) dari berbagai hal.
Di Indonesia, sebagian besar masyarakatnya adalah muslim dan sudah banyak yang menggunakan jilbab dalam keseharaianya. Tidak hanya wanita yang sudah lanjut usia ataupun yang sudah melaksanakan haji saja, para anak muda pun sudah banyak yang memakai jilbab. Bahkan banyak sekolah dan kampus mengharuskan peserta didiknya menggunakan jilbab.
Di zaman sekarang ini, dengan berkembangmya zaman, perpaduan kebudayaan timur dan barat sudah menjalar terhadap kebudayaan asli kita itu sendiri. Misalnya didalam dunia fashion, fashion timur dan fashion barat digabungkan sehingga pakaian muslim tak lagi monoton jika dikenakan. Kini jilbab itu sendiri sudah bervariatif mulai dari warna, bahan, dan model nya yang beragam dengan motif yang unik.
Di Indonesia justru menjadi masalah dengan perpaduan tersebut, jilbab yang seharusnya sebagai penutup aurat kini menjadi seperti bando, kuncir, jepitan, dan pita rambut. Sudah banyak wanita memakai jilbab seperti aksesoris kepala sebagai pemanis wajah. Tak sedikit, ada juga wanita yang memakai jilbab tetapi masih menggunakan pakaian yang serba ketat. Bahkan ada wanita yang memakai jilbab, tetapi memasang foto di publik atau jejaring sosial dengan pakaian serba minim dan seksi.
Ketika ditanya soal jilbab itu sendiri, masih banyak dari mereka yang belum siap untuk istiqomah memakainya, belum ada niat dari dalam hati untuk menjaga auratnya. Fenomena ini sudah menjamur di Indonesia, setiap orang berbeda-beda memberikan alasan. Ada yang memakai jilbab bukan karena kemauan nya sendiri melainkan perintah dari orang tua dan keluarganya. Ada yang memakai jilbab hanya sekadar formalitas dalam peraturan sekolah atau kampus. Dan adapula yang memakai jilbab untuk menutupi rambutnya yang tak lurus.
Ironis memang dengan fenomena jilbab di Indonesia. Tapi di lain sisi, itu adalah hal yang positif untuk mereka yang sudah menggunakan jilbab walaupun masih banyak kekurangan dalam berbagai hal-hal yang belum mereka fahami fungsi jilbab itu sendiri.
Orang memakai jilbab sudah pasti lebih baik dari yang tidak memakai sama sekali. Dengan memakai jilbab hati dan perilakunya terjaga. Memang awalnya mereka tepaksa, tentu saja membuthkan waktu dan proses yang panjang. Seharusnya bagi mereka yang berjilbab maupun belum berjilbab memakai jilbab itu siap, tidak harus menunggu untuk siap. Karena itu sudah menjadi aturan dari agama islam untuk semua wanita muslim dan tidak lupa dibarengi dengan niat dalam hati untuk memakai jilbab. Kalau pun seorang wanita baru saja mencoba memakai jilbab dengan berbagai hal permasalahan yang sudah disebutkan. Tak lantas dia disebut belum siap. Karena proses “siap berjilbab” itu ketika dia ada niat tulus dan berusaha mencoba menutup auratnya.

No comments: