Dalam
agama islam, setiap muslimah diharuskan menjaga dan menutup semua auratnya.
Jika seseorang telah menutup semua auratnya, maka dia akan terhindar dari
kejahatan atau setidaknya menjauhi dari perzinahan. Disini saya akan menulis
pentingnya jilbab untuk seorang wanita muslim.
Ibnu
Hazm rahimahullah mengatakan, “Jilbab menurut bahasa Arab yang
disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang
menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.” Sedangkan Ibnu Katsir
mengatakan, “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar
yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” (Syaikh Al
Bani dalam Jilbab Muslimah).
Jilbab
bukan saja menjadi budaya orang Arab, melainkan sudah kewajiban seorang wanita
muslim seluruh dunia. Jilbab adalah identitas bagi wanita yang muslim,
berpakaian tertutup menutup seluruh auratnya. Allah telah berfirman didalam Al-Quran : Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di
kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan
penyayang.(Al Ahzab.59). Sudah jelas sekali bahwa tujuan dan fungsi dari
jilbab itu akan menjadi penutup aurat dan pelindung diri mereka (wanita) dari
berbagai hal.
Di
Indonesia, sebagian besar masyarakatnya adalah muslim dan sudah banyak yang
menggunakan jilbab dalam keseharaianya. Tidak hanya wanita yang sudah lanjut
usia ataupun yang sudah melaksanakan haji saja, para anak muda pun sudah banyak
yang memakai jilbab. Bahkan banyak sekolah dan kampus mengharuskan peserta
didiknya menggunakan jilbab.
Di zaman sekarang ini, dengan berkembangmya zaman,
perpaduan kebudayaan timur dan barat sudah menjalar terhadap kebudayaan asli
kita itu sendiri. Misalnya didalam dunia fashion, fashion timur dan fashion
barat digabungkan sehingga pakaian muslim tak lagi monoton jika dikenakan. Kini
jilbab itu sendiri sudah bervariatif mulai dari warna, bahan, dan model nya
yang beragam dengan motif yang unik.
Di Indonesia justru menjadi masalah dengan
perpaduan tersebut, jilbab yang seharusnya sebagai penutup aurat kini menjadi
seperti bando, kuncir, jepitan, dan pita rambut. Sudah banyak wanita memakai
jilbab seperti aksesoris kepala sebagai pemanis wajah. Tak sedikit, ada juga
wanita yang memakai jilbab tetapi masih menggunakan pakaian yang serba ketat.
Bahkan ada wanita yang memakai jilbab, tetapi memasang foto di publik atau
jejaring sosial dengan pakaian serba minim dan seksi.
Ketika ditanya soal jilbab itu sendiri, masih
banyak dari mereka yang belum siap untuk istiqomah memakainya, belum ada niat
dari dalam hati untuk menjaga auratnya. Fenomena ini sudah menjamur di
Indonesia, setiap orang berbeda-beda memberikan alasan. Ada yang memakai jilbab
bukan karena kemauan nya sendiri melainkan perintah dari orang tua dan keluarganya.
Ada yang memakai jilbab hanya sekadar formalitas dalam peraturan sekolah atau kampus.
Dan adapula yang memakai jilbab untuk menutupi rambutnya yang tak lurus.
Ironis memang dengan fenomena jilbab di Indonesia. Tapi
di lain sisi, itu adalah hal yang positif untuk mereka yang sudah menggunakan
jilbab walaupun masih banyak kekurangan dalam berbagai hal-hal yang belum
mereka fahami fungsi jilbab itu sendiri.
Orang
memakai jilbab sudah pasti lebih baik dari yang tidak memakai sama sekali.
Dengan memakai jilbab hati dan perilakunya terjaga. Memang awalnya mereka
tepaksa, tentu saja membuthkan waktu dan proses yang panjang. Seharusnya bagi
mereka yang berjilbab maupun belum berjilbab memakai jilbab itu siap, tidak
harus menunggu untuk siap. Karena itu sudah menjadi aturan dari agama islam
untuk semua wanita muslim dan tidak lupa dibarengi dengan niat dalam hati untuk
memakai jilbab. Kalau pun seorang wanita baru saja mencoba memakai jilbab
dengan berbagai hal permasalahan yang sudah disebutkan. Tak lantas dia disebut
belum siap. Karena proses “siap berjilbab” itu ketika dia ada niat tulus dan
berusaha mencoba menutup auratnya.
No comments:
Post a Comment