December 17, 2011

surat untuk ayah

Kisah ini terjadi disuatu hari yang cerah, ketika itu sang ayah memasuki kamar putri nya yang sudah rapi dan bersih. Sang ayah menemukan selembar amplop yang bertuliskan "untuk ayah" diatas kasur anaknya. Lalu ia membaca dengan seksama.

Ayah tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan juga menyesal, mungkin ketika ayah membaca surat ini aku sudah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowo yang baik, gagah, dan bertanggung jawab. Ayah juga pasti akan setuju meski dia dengan tatto-tatto dan piercing yang melekat di tubuhnya, dengan rambut yang terurai panjang sampai bahunya, dan menggunakan motor butut yang sudah tak terawat.
meskipun belum begitu tua (aku pikir 42 tahun dijaman sekarang masih muda). Dia sangatlah baik terhadapku, terlebih lagi dia adalah ayah dari anak didalam kandunganku saat ini yang telah berusia 2bulan, dia memintaku untuk anak ini lahir dan kita akan membesarkan nya berdua.
Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan extacy yang sangat besar di Indonesia, dia juga meyakinkanku bahwa Marijuana itu tidaklah berbahaya, aku dan dia akan tinggal bersama hingga maut yang memisahkan kita. Aku yakin para ahli pengobatan juga akan menemukan obat untuk penderita AIDS agar aku bisa segera sembuh.
Aku pun tahu dia mempunyai pacar selain diriku, tapi aku percaya dia akan setia dengan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Ayah jangan khawatir ya, aku sudah besar, aku bukanlah anak kecil lagi. Aku sekarang sudah 15 tahun, jadi aku akan baik-baik saja disini. Aku akan merawat cucu mu dan keluargaku disini. Tolong berikan boneka diatas kasurku untuk adik, karena dia sangatlah menginginkan nya. Salam sayang untuk semuanya.

Dengan rasa terpukul dan juga kecewa, sang ayah menangis pilu membaca surat tersebut. Ayah terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua dari sang putrinya.

Ayah, tak ada satupun yang aku tulis itu adalah benar. Aku hanya ingin menunjukan bahwa masih banyak masalah besar dan lebih mengerikan daripada sebuah nilai yang tertera diatas rapotku yang buruk.Jika ayah sudah menandatangani rapotku, panggil aku yaa, aku tidak kemana-mana, aku ada dirumah Tante Lasmi.

No comments: